Senin, 11 Desember 2017

MATERIALISME DALAM MASYARAKAT

MATERIALISME DALAM MASYARAKAT

Apa itu Materialisme?
Materialisme sangat erat kaitanya dengan kehidupan  modern saat ini. Karena materi sekarang sudah menjadi patokan utama atau alat ukur utama untuk menentukan atau mengukur tingkatan kedudukan seseorang. Materialisme adalah suatu paham yang mengukur segala sesuatu berdasarkan segi materi, sikap atau perilakunya disebut dengan materialistis. Materialisme adalah pandangan hidup yang menjadi dasar segala sesuatu berdasarkan materi saja, dengan mengesampingkan segala sesuatu yang bersifat nonmateri seperti jiwa, roh, dan cinta. Menurut Karl Marx materialisme adalah  paham ajarann yang menekankan keunggulan faktor-faktor material di atas faktor-faktor sppiritual.
Dari pengertian di atas bisa disimpulkan bahwa materialisme itu terjadi karena kita sibuk mengejar segala sesuatu yang bersifat materi saja tanpa memikirkan hal-hal yang bersifat spiritual. Materialisme ini bisa terjadi karna beberapa beberapa faktor, diantaranya :
Faktor yang mendorong terjadinya materialisme :
1.Pengaruh dari kebudayaan orang-orang barat yang materialistis.
2.Para pemimpin dan para selebriti memberikan contoh gaya hidup materialistis.
3.Sifat dasar manusia yang merasa kurang puas dan ingin memiliki lebih dari yang orang lain miliki (iri hati).
4.Kesuksesan seseorang hanya diukur dengan harta, benda, dan gaya hidup mewah.
5.Ingin menunjukkan status sosial.
Pandangan Islam mengenai  materialisme
Dalam pandangan Islam sendiri menilai bahwa sikap materialisme salah dan sangat tidak dianjurrkan untuk dimilikki oleh semua ummat,karna materialisme hanya memandang atau mengutamakan kehidupan didunia saja dengan mengesampingkan kehidupan akhirat yang jauh lebih penting. Materialisme sendiri juga mengesampingkan untuk bertakwa kepada Allah SWT. Jika sikap ini terus dilakukan akan membuat orang menyesal di liang kubbur nanti karna amalan yang kuranng maksimal. Ada beberapa surat yang menegaskan bahwa sikap materialisme ini kurang baik dan tidak dianjurrkan untuk dimiliki ummat terutama ummat muslim, diantaranya :
Q.S At-Takasur : 1 & 2
“berlomba untuk menumpuk kekayaan telah membuat kalian-kalian lupa (akan hakekat hidup) sampai kalian masuk keliang lahat”.
Q.S Al-Lumazah : 1, 2, & 3
“celakalah setiap orang yang mengumpat dan mencaci, yang menhitung materi dan menghitung-hitungnya. Dikiranya kekayaan itulah yang akan mengekalkan hidupnya”.
Q.S Al-Imran : 185
“bukankah kehidupan duniawi itu, semata-mata kesenangan yang menipu?”.
Dari potongan arti surat-surat di atas, telah menunjukkan bahwa materialisme adalah suatu sikap yang tidak perlu dimiliki. Yang dibawa di akhirat adalah amal ibadah bukan kekayaan dunia. Dalam surat di atas juga menjelaskan, bahwa kekayaan di dunia itu hanya fana, hanya sekejap saja, karna kehidupan yang akan kita jalani sebenarnya adalah nanti di akhirat.
Fenomena di masyarakat mengenai materialisme
Di era modern yang semakin kompleks, hampir semua masyarakat bersifat materialistis. Mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan tingkat material yang tinggi untuk menunjukkan status sosial mereka. Beberapa contoh yang dapat menggambarkan sikap materialistis pada kebanyakan masyarakat Indonesia,diantaranya :
1.Memilih-milih teaman
Dari segi pergaulan sikap materialistik ini bisa terlihat, dimana mereka cenderung memilih-milih dalam berteman. Si kaya harus berteman dengan si kaya, orang mampu harus berteman dengan orang yang mapu begitupun sebaliknya. Hal ini menunjukkan bahwa pertemanan yang terjain harus berdasarkan materi untuk menunjukkan status sosial mereka. Contoh nyatanya ini adalah arisan sosialita yang isinya adalah istri-istri pengusaha dan orang-orang kaya saja.
2.Membeli barang-barang mahal
Masyarakat di Indonesia suka membeli barang-barang yang tidak murah harganya,bahkan ada yang mencapai harga miliyaran juta hanya untuk membeli satu barang dari merk terkenal. Meereka membeli barang-barang itu untuk menunjukkan bahwa mereka mampu dan untuk menunjukkan seberapa tinggi status mereka dalam masyarakat. Contoh nyatanya saja seorang artis ibu kota yang hidup bermewah-mewahan yang bahkan rela membeli sepasang sepatu dari merk terkenal seharga 450 juta. Padahal mau bagaimanapun bentuknya, fungsi sepatu  tetap sama yaitu sebagai alas kaki.

Dampak materialisme
Setiap ada sebab pasti ada ada akibat yang akan ditimbulkan, begitupun materialisme. Sifat materialistik ini sendiri pasti memiliki dampak tersendiri bagi masyarakat,diantaranya :
1.Dampak Positif
Bagi individu :
a.Pantang menyerah dan ambisius untuk mengejar kebutuhan materialistis.
b.Menumbuhkan semangat kerja keras demi memenuhi kebutuhan materialistisnya.
c.Rajin,tekun, dan ulet dalam bekerja.
Bagi masyarakat :
a.Saling bersaing secara kompetitif untuk medapatkan uang sebanyak-banyaknya.
b.Menciptakan kesempatan kerja bagi yang lainnya. Seseorang yang mempunyai perusahaan dan ingin memenuhi kebutuhan materialistisnya agar selalu terpenuhi, pasti membutuhkan tenaga yang banyak. Disini pasti akan diadakan perekrutan atau mempekerjakan orang lain, selain si pemilik usaha dapat memenuhi kebutuhan materialistisnya, dia juga membuka kesempatan kerja bagi yang lain.
2.Dampak negatif
Bagi individu :
a.Bersifat egois (mementingkan diri sendiri)
b.Sombong dan suka memamerkan apa yang dia miliki dan apa yang mungkin tidak dimiliki orang lain
c.Pola hidup boros
d.Banyak orang yang akhirnya mencari uang dengan cara yang tidak semestinya,misalnya : mencuri,korupsi.
Bagi masyarakat :
a.terjadi kesenjangan sosial. Kaya semakin kaya, miskin akan semakin miskin. Si kaya akan semakin sibuk untuk mencapai titik sejahtera yang mereka inginkan, si miskin harus berjuang keras untuk mencari titik yang masih jauh dari kata cukup.
b.keakraban diantara warga berkurang karena dalam berhubungan atau berkomunikasi didasarkan oleh sudut pandang materialistis seperti  martabat, jabatan, dan kedudukannya saja.
Upaya untuk menghilangkan sifat materialisme
Dari sifat materialistis yang ada, akan menimbulkan lebih banyak segi negatif dari pada positifnya. Maka diperlukan upaya atau usaha untuk menghilangkan atau setidaknya mengurangi sifat materialistis. Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan, diantaranya :
Dari diri individu :
a.mensyukuri apa yang telah kita dapatkan.
Semua yang kta dapatkan kini tidak lepas dari kehendak Allah SWT, kita dapat merealisasikan cara bersyukur kita dengan rajin beribadah dan perbanyak amal saleh.
b.Bedakan mana keinginan, mana kebutuhan.
Bedakan mana yang sedang kita butuhkan dan mana yang hanya menjadi keinginan semata. Prioritaskan kebutuhan terlebih dahulu karna apa yang kita inginkan bisa kita dapatkan di lain hari.
c.Kurangi jalan-jalan atau cuci mata.
Terlalu sering kita memanjakan mata dengan melihat barang-barang bagus akan membuat kita terbesit rasa untuk mendapatkanya, hal ini  dapat menimbulkan sifat materialistis yang akan menjadi-jadi.
d.Tentukan tujuan hidup.
Tentukan apa yang kita inginkan di masa depan. Jika kita telah menentukan apa tujuan kita sejak dini, kita akan terfokus untuk mewujudkanya dan akan menghindari hambatan-hambatan, atau godaan-godaan disekitarnya yang biasanya berupa godaan materi.
e.Sadari bahwa materi tidak dibawa mati.
Jangan terlalu menggebu-gebu untuk mengejar materi, karna materi tidak akan dibawa mati. Materi  hanya titipan Allah SWT semata di dunia ini.
Dari masyarakat :
a.Saling menghormati tanpa pandang bulu.
Kita harus saling menghormati satu sama lain tanpa memandang kita berasal dari suku , agama, pulau atau apapun. Dimata Allah SWT kita semua sama, yang membedakan hanya amal ibadah kita.
b.Tingkatkan sosialisasi pada masyarakat.
Kita harus berteman dengan siapa saja, membantu satu sama lain. Sejatinya manusia adalah mahluk sosialis, yang bergantung kepada orang lain. Maka kita harus saling berbaur dan saling tolong menolong.

Dari sikap materialistis ini kita bisa tahu bahwa hampir semua masyarakat bergantung dengan materi.  Dari sikap itulah sifat materialistis muncul. Rasa ingin memiliki segalanya, memandang materi sebagai tolak ukurnya hingga melebihi hal yang bukan materi seperti agama, roh, dll. Saran yang akan saya sampaikan adalah bersikap jujur dan apa adanya. Kita harus jujr dangan apa yang kita inginkan dan apa yang akan kita lakukan, tetapi fikirkan terlebih dahulu jika kita akan melakukan sesuatu. Apakah barang itu akan kita perlukan di akhir nanti?, apakah barang itu akan membawa manfaat? Atau hanya sekedar keinginan untuk memiliki saja.
Bersikaplah apa adanya. Karna, jika kita bersikap sombong dan berlebihan, keinginan kita untuk mendapatkan sesuatu yang bisa melebihhi orang lain akan semakin menggebu. Tunjukkkan saja apa yang kita punya. Syukuri apa yang kita dapatkan, semua yang kita  dapatkan adalah rizqi dari Allah SWT. Ketika kita menginginkan sesuatu dan tidak dapat terwujud, berarti Allah belum meridhoinya atau  Allah mencarikan jalan lain yang lebih baik dan lebih membahagiakan kita.

Sumber :
https://prezi.com/gaya-hidup-materialistis (27/11/2017(18:34))
https://id.answer.yahoo.com/sisi-positif-dan-negatif-materialisme (27/11/2017(18:32))
https://www.google.co.id/amp/s/wartikel.com/12120/materialisme-dalam-masyarakat/amp/(27/11/2017(18:37))
http://arwave.blogspot.co.id/2016/09/ayat-al-quran-tentang-materialisme-dan-kapitalisme.html?m=1(26/11/2107(9:12))
https://www.google.co.id/amp/s/fajrulislam.wordpress.com/2010/11/14/pemikiran-karl-marx-tentang-materialisme-dan-agama/amp/(27/11/2017(18:52))